Dicari: Maestro Gelandang Tengah (Bukan Pirlo)

By Yulio, 15 March 2021

Sepeninggal kuartet gelandang legendaris MVPP, Marchisio – Vidal – Pirlo – Pogba, praktis pelatih Juventus harus terima-terima saja menjalankan pertandingan dengan Matuidi, Pjanic dan Khedira sebagai gelandang utama. Saya juga akan mengingatkan anda sebentar tentang gelandang Juve lainnya pada masa ini: Sturaro, Hernanes, Lemina, Rincon. Siapa yang jadi favorit anda?

Habisnya masa kedigdayaan lini tengah Juventus menurut saya dimulai pada dijualnya King Arthur ke Munich dengan nilai yang cukup murah pada saat itu, € 37 juta. Bayangkan, seorang gelandang yang juga salah satu penyetak gol terbanyak kita (35 gol di Serie A dalam 4 musim), membawa Juve menuju beberapa gelar prestisius seperti 4 Serie A, 1 Copa Italia, 2 Supercopa Italia dan mengantar Juve pada 1 final Liga Champion setelah sekian lama cuti pada gelaran tersebut. Alasan penjualan? Sepengetahuan saya karena kebiasaannya di luar lapangan dan kondisi lututnya pasca cedera. Hal yang masih sulit saya terima hingga kini.

Oke, soal Pirlo dan Pogba mungkin kita memang tidak bisa berbuat apa-apa. Pirlo saat itu sudah menginjak usia yang sudah tak muda, sementara Pogba tengah dibuat menjadi salah satu pemain termahal dunia oleh Manchester United melalui pembelian dengan nominal fantastis kala itu.

Marchisio? Jika saya adalah seorang pemain akademi dan sedang moncer-moncernya, mungkin saya akan berpikir ulang jika harus memilih antara bertahan dan loyal kepada klub atau mengambil tawaran yang lebih baik dari klub lain.

https://twitter.com/m1897/status/1030387355205689346?s=20

Seorang bandiera, wakil kapten, dan legenda hidup Juventus dibuang begitu saja tanpa kejelasan di tengah-tengah libur sepak bola. Tanpa seremoni khusus, seperti perpisahan Buffon (jilid 1, nantikan jilid 2nya!) misalnya. Dulu, di curva twitter seringkali banyak cuitan yang kurang lebih berbunyi, “anda tidak benar-benar tahu apa yang Marchisio tawarkan pada tim ini, tapi ketika ia tidak ada, anda akan sangat merasakannya.” Kini kita harus berpuas dengan permainan gugup dan umpan-umpan yang mampu mengakibatkan serangan jantung dari Bentancur setiap pertandingannya. ☹

Jika nanti Paratici diberi kesempatan untuk melanjutkan masa baktinya bersama Juventus, apa yang harus ia lakukan? Entahlah, mungkin dia akan melakukan pembenahan di sektor gelandang seperti yang kita harapkan, atau malah mendatangkan lebih banyak penyerang sayap muda minim pengalaman lainnya. Belum lagi fakta bahwa besar kemungkinan ia juga akan gagal menjual Bernardeschi dan Douglas Costa di jendela transfer nanti. I don’t know.

Bagi saya, Ia sudah cukup lama gagal menyelesaikan masalah di lini tengah, jadi sulit rasanya berharap lebih pada musim panas mendatang. Namun jika berandai-andai itu gratis, maka ada beberapa nama panas yang seringkali dihubung-hubungkan dengan Juventus yang patut dipertimbangkan: Pogba (27), Aouar (22) dan Locatelli (23).

Mari kita bahas lebih detil performa ketiga gelandang tersebut sekaligus perbandingannya dengan gelandang utama kita musim ini.

Disclaimer: seluruh komparasi di bawah saya lakukan hanya berdasar data yang ada pada situs squawka.com, tanpa melalukan observasi lebih detil melalui menonton setiap pertandingan pemain-pemain tersebut. So, here we go.

Statistik dalam menyerang

Statistik dalam mengumpan

Statistik dalam bertahan

Dari komparasi di atas, saya membaginya menjadi 3 bagian, yakni dalam hal menyerang, mengumpan dan bertahan. Ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan.

  • Paul Pogba

Walaupun memori akan Pogba begitu manis di ingatan, dia bukanlah pemain yang sama dengan yang kita ingat. Meski masih memiki konversi penyerangan yang baik, ia hanya mencatatkan 0,78 tembakan dan 1,47 take-ons per pertandingan (dibandingkan dengan 3 tembakan dan 2,91 take-ons per pertandingan di musim terakhirnya dalam hitam-putih), serta baru mencetak 3 gol sejauh ini. Dari segi mengumpan ia juga tak bisa dikatakan lebih baik dari Bentancur. Bertahan juga rasanya bukan forte-nya Pogba, karena United memiliki orang khusus untuk mengemban hal ini yang biasanya dibebankan pada Nemanja Matic.

Paul Pogba antara musim terakhirnya bersama Juventus dan capaiannya dengan United musim lalu dan musim ini

Pogba masih termasuk upgrade jika dibanding Bentancur dan Rabiot, terutama jika kita mencari opsi penyerangan dari lini tengah. Tapi ia bukanlah Il Polpo yang dulu kita kenal, nilai pasar dan gajinya yang selangit, serta agen yang seakan selalu ingin berada di halaman utama surat kabar setiap pekannya, maka menurut saya Pogba bukanlah jawaban yang kita cari.

  • Houssem Aouar

Aouar adalah pemain yang menarik. 1,75 tembakan, 1,58 take-ons dan 1,33 peluang per pertandingan serta sejauh ini mencatatkan 5 gol dan 3 asis. Angka tersebut memang bisa dipertanyakan lebih lanjut, mengingat dirinya yang bermain di Liga Perancis. Tapi patut kita ketahui, persaingan di Ligue 1 sejauh ini masih sangat ketat, hanya terdapat selisih 3 poin antara peringkat 1 (, 2) dan 3. Aouar juga sebelumnya sempat dirumorkan sudah sangat dekat dengan Juventus musim panas lalu, namun karena alasan budget, Pirlo hanya bisa mendatangkan 1 pemain di antara Chiesa dan Aouar. Seperti kita tahu, Pirlo lebih memilih mendatangkan Fede. Pilihan yang sejauh ini bisa dipertanggung jawabkan mengingat kontribusi Chiesa yang sangat baik sejauh ini.

Aouar adalah opsi menarik di lini tengah, namun dengan harga pasar senilai € 50 juta, jelas bukan harga yang murah di kondisi keuangan Juve saat ini, apalagi tampaknya Lyon tidak akan mempermanenkan De Sciglio pada akhir masa peminjamannya di akhir musim nanti. We’ll see.

  • Manuel Locatelli

Locatelli, aduh mama e. Pemain muda berkebangsaan Italia (Juventus memiliki fetish tersendiri dengan ini), hasil akademi Milan (ada kepuasan lebih ketika kita berhasil menuai hasil didikan klub rival, kan?), serta statistiknya pun berbicara dengan sendirinya. 71,2 umpan sukses dan 1,08 peluang per pertandingan (1709 umpan sukses, jauh lebih baik dari yang lain, Bentancur terbaik kedua dengan 1110). Tak cukup di situ, Locatelli nampaknya juga semakin matang dalam segi bertahan, ia mencatatkan rataan 2,71 tekel, 1,92 sapuan, 1,58 intersep dan 7,79 ball-recoveries per pertandingan. Angka yang impresif mengingat ia banyak dimainkan sebagai 1 dari 2 gelandang tengah dalam formasi menyerang 4231.

Locatelli adalah opsi yang harus dipertimbangkan oleh Paratici. Kreatifitasnya dan kemauannya untuk ikut bertahan akan sangat berguna bagi lini tengah Juventus yang seakan krisis identitas. Harga pasar € 35 juta dan hubungan baik antara Juventus dan Sassuolo juga patut diperhitungkan. Dan akan sangat menarik nantinya jika bisa melihat Locatelli di bawah asuhan Andrea Pirlo (jika ia dipertahankan), seorang maestro yang juga alumni AC Milan lainnya.

Bagaimana menurut kalian? Adakah nama lain yang harus berada dalam pantauan Paratici jika ia dipertahankan nanti?